Selamat datang di blog sederhana saya ini, dan saya mengucapkan Terima kasih.

Minggu, 05 Juli 2020

MATERI MPLS SMPN 2 SELAT KUALA KAPUAS "POLA HIDUP SEHAT"


Materi MPLS SMPN 2 Selat Kuala Kapuas
Pola Hidup Sehat
Oleh Bapak Jupriyanto, S.Pd.

Dari Berbagai Sumber di Google

Pada dasarnya setiap orang pasti ingin memiliki tubuh yang sehat, namun seiring dengan berkembangnya zaman dan kesibukan, terkadang kita mejadi lupa menjalani pola hidup sehat guna menjaga kesehatan. Hasilnya, kita menjadi terjangkit berbagai macam penyakit dan tidak jarang penyakit tersebut adalah penyakit serius.
Jika kita sudah terkena penyakit, maka akan ada banyak hal yang merepotkan. Kita harus mengeluarkan budget untuk pergi ke dokter dan membeli obat, aktifitas kita menjadi tertunda, dan kita akan merepotkan orang lain karena kita pasti membutuhkan bantuan sehingga mereka harus merawat kita. Ini hanya sebagian hal dari banyaknya kerepotan yang terjadi saat kita sakit. Untuk menghindari hal tersebut, hal yang paling mudah kita lakukan adalah dengan menjalani pola hidup sehat.

Pengertian Pola Hidup Sehat
Pola hidup sehat adalah upaya seseorang untuk menjaga tubuhnya agar tetap sehat. Pola hidup sehat dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan bergizi, olahraga secara rutin, dan istirahat yang cukup.
Kebanyakan dari kita menganggap bahwa pola hidup sehat adalah pola hidup yang sulit untuk dijalani. Namun sebenarnya, ada banyak cara yang mudah dilakukan untuk menjaga diri kita tetap sehat.
Di bawah ini ada beberapa tips pola hidup sehat yang mudah dilakukan dan pastinya akan membantu kamu untuk menjadi lebih sehat.
1. Pola Hidup Sehat Dengan Mengonsumsi Makanan Bergizi
Makanan adalah salah satu faktor utama dalam hidup sehat. Kamu dapat mengganti makananmu dengan mengonsumsi makanan yang penuh gizi seperti rendah gula, kaya serat, dan banyak vitamin. Makanan penih gizi akan sangat membantu untuk menjadikan tubuh kamu lebih sehat. Hindari makanan berlemak dan makanan yang mengandung pengawet karena hal tersebut dapat berbahaya bagi tubuh.
Perbanyaklah sayur dan buah, baiknya kamu mengonsumsi lima sampai enam porsi setiap harinya. Jika merasa terlalu banyak, kamu bisa memulainya dengan mengonsumsi satu porsi setiap hari, lalu dalam waktu seminggu kamu tambah lagi satu porsi. Kamu dapat mengolahnya menjadi smoothies dengan mencampurkan beberapa jenis buah dan sayur. Kamu juga dapat menyulapnya menjadi healthy bowl dengan menambahakn topping potongan buah atau biji-bijian ke dalam healthy bowl buatanmu.
2. Perbanyak Olahraga
Rutin berolahraga bukan hanya bagian pola hidup sehat dari orang yang memiliki usia muda. Olahraga adalah kegiatan yang penting dilakukan. Berapapun usiamu, usahakan untuk tetap aktif secara fisik. Banyak orang berpikir bahwa olahraga adalah kegiatan yang melelahkan, maka tidak heran apabila saat ini semakin banyak orang yang malas untuk berolahraga.
Padahal olahraga memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan hidup kita. Olahraga juga dapat membantu kita untuk menjalani pola hidup sehat. Bila kamu tidak terbiasa berolahraga, kamu dapat memulainya dengan olahraga kecil seperti melakukan pemanasan di pagi hari setelah bangun tidur atau berlari-lari kecil mengelilingi rumah. Kamu juga bisa menggunakan hobimu sebagai olahraga mingguan yang asyik. Contohnya aerobik, zumba, futsal, basket, bersepeda, berenang, tenis meja, dan masih banyak lagi. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat kamu lakukan bersama keluarga dan kerabat agar terasa lebih menyenangkan.
3. Istirahat Yang Cukup
Istirahat yang cukup adalah bagian yang penting dalam menjalani pola hidup sehat. Kebutuhan istirahat dan tidur setiap individu berbeda-beda sesuai tahap perkembangan aktivitas yang dijalani. National Sleep Foundation merekomendasikan bahwa usia dewasa muda (18-25 tahun) membutuhkan waktu tidur 7-9 jam per malam. Orang yang tidak memiliki waktu tidur cukup berpotensi terkena penyakit mematikan, seperti kanker dan jantung.
Memiliki waktu tidur yang kurang juga setara dengan mengonsumsi racun atau menjalani pola makan yang buruk. Oleh karena itu, sesibuk apapun kamu, usahakan untuk selalu beristirahat dan tidur dengan cukup.
Namun jangan salah, tidur berlebihan juga tidak baik dan tentunya merugikan. Menurut studi, tertidur lebih dari delapan jam secara konsisten dapat menurunkan tingkat konsentrasi seseorang.
Selain menjaga tubuh agar tetap bugar, tidur dapat membantu kamu untuk membentuk tubuh yang proporsional. Tidur dalam posisi yang baik juga dapat merangsang kreativitas dan meningkatkan ingatan. Maka aturlah jam tidur kamu agar bisa mendapatkan tidur yang efektif dan hidup sehat.
4. Perbanyak Minum Air Putih Dan Gosok Gigi Secara Teratur
Banyak orang mengabaikan kesehatan mulut mereka. Biasanya hal ini baru diperhatikan apabila mereka mengalami sakit gigi atau bau tidak sedap di mulut. Padahal kesehatan  mulut sangat berkaitan erat dengan kebugaran tubuh kita. Mengapa? Karena mulut adalah tempat dimana bakteri mudah berkembang biak karena kondisinya yang lembab. Jadi apabila bakteri pada mulut dibiarkan, dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Maka, jagalah kebersihan mulut dengan baik. Perbanyak minum air putih untuk memancing produksi air liur yang banyak. Selain itu, gosoklah gigi secara teratur terutama setelah makan dan sebelum tidur, dan rajinlah berkumur. Dua kegiatan ini adalah kegiatan yang kita lakukan setiap hari dan tidak memerlukan waktu banyak.
5. Berpikir Positif
Secara psikologi berpikir positif adalah aktivitas berpikir yang dilakukan dengan tujuan untuk membangkitkan aspek positif pada diri, baik itu yang berupa potensi, semangat, tekad, maupun keyakinan diri sehingga memunculkan perasaan, perilaku, dan hal baik yang menjadi sistem berpikir.
Para peneliti telah menemukan manfaat dari berpikir positif untuk kesehatan. Salah satu manfaat berpikir positif adalah membantu membangun sistem kekebalan tubuh. Berpikir positif tidak hanya dapat menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat, tetapi juga dapat menunjukkan pengaruh kondisi seseorang secara keseluruhan sehingga mampu memperpanjang usia.
Seseorang dengan pemikiran yang positif akan lebih merasa bahagia dan hal ini dapat memicu kamu untuk menjadi orang yang lebih produktif.

Menjalani Pola Hidup Sehat Sambil Berhemat


Dengan berkembangnya zaman, tempat yang menyediakan fasilitas untuk hidup sehat pun menjadi lebih banyak. Kamu bisa dengan mudah menemukan tempat olahraga atau restoran yang menyediakan makanan sehat dimana saja. Saat ini kamu tidak perlu lagi mengkhawatirkan biaya dan mencari promo dimana-mana karena sudah ada aplikasi yang bisa membantu untuk menghemat pengeluaran kamu. Terutama jika kamu datang ke tempat yang menunjang pola hidup sehat di Jakarta. Aplikasi tersebut adalah Cashbac, suatu inovasi di Indonesia dimana setiap kamu datang ke tempat olahraga atau restoran makanan sehat kamu akan mendapatkan instant cashback yang langsung bisa digunakan untuk kedatangan selanjutnya. Yuk cek di mana saja kamu bisa mendapatkan cashback secara cuma-cuma saat itu juga tanpa harus menunggu!


MATERI MPLS SMPN 2 SELAT KUALA KAPUAS ARTI DAN MAKNA WAWASAN WIYATA MANDALA


MATERI MPLS
SMPN 2 SELAT KUALA KAPUAS 
ARTI DAN MAKNA WAWASAN WIYATA MANDALA
Oleh Bapak Jupriyanto, S.Pd.
Dari Berbagai Sumber

A.     Wawasan : Suatu pandangan atau sikap yang mendalam terhadap suatu hakikat. 
    Wiyata : Pendidikan Mandala : Tempat atau lingkungan Wiyata mandala adalah sikap menghargai dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekolah sebagai tempat menuntut ilmu pengetahuan. 
      Unsur-unsur wiyata mandala:
1.       Sekolah merupakan lingkungan pendidikan
2.      Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh atas    penyelenggaraan pendidikan dalam lingkungan sekolah.
3.      Antara guru dan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama erat untuk mengemban tugas pendidikan (hubungan yang serasi)
4.      Warga sekolah di dalam maupun di luar sekolah harus menjunjung tinggi martabat dan citra guru.
5.      Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya dan mendukung antarwarga.

B.     SEKOLAH DAN FUNGSINYA
Sekolah merupakan tempat penyelenggaraan PBM, menanamkan dan mengembangkan berbagai nilai, ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal tempat berlangsungnya PBM untuk membina dan mengembangkan:
1.       Ilmu pengetahuan dan teknologi
2.      Pandangan hidup/kepribadian
3.      Hubungan antara manusia dengan lingkungan atau manusia dengan Tuhannya
4.      Kemampuan berkarya.  

C.     FUNGSI SEKOLAH
Fungsi sekolah adalah sebagai tempat masyarakat belajar karena memiliki aturan/tata tertib kehidupan yang mengatur hubungan antara guru, pengelola pendidikan siswa dalam PBM untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dlam suasana yang dinamis.

D.    CIRI-CIRI SEKOLAH SEBAGAI MASYARALAT BELAJAR

Ciri-ciri sekolah sebagai masyarakat belajar adalah :
1.       Ada guru dan siswa, timbulnya PBM yang tertib
2.      Tercapainya masyarakat yang sadar, mau belajar dan bekerja keras.
3.      Terbentuknya manusia Indonesia seutuhnya.

E.     PRINSIP SEKOLAH
Sekolah sebagai Wiyata Mandala selain harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, juga harus mencegah masuknya faham sikap dan perbuatan yang secara sadar ataupun tidak dapat menimbulkan pertentangan antara sesama karena perbedaan suku, agama, asal/usul/keturunan, tingkat sosial ekonomi serta perbedaan paham politik. Sekolah tidak boleh hidup menyendiri melepaskan diri dari tantangan sosial budaya dalam masyarakat tempat sekolah itu berada. Sekolah juga menjadi suri teladan bagi kehidupan masyarakat sekitarnya, serta mampu mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang akan menimbulkan pertentangan. Untuk itu sekolah memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut :
1.       Sekolah sebagai wadah/lembaga yang memberikan bekal hidup. Dalam hal ini sekolah seharusnya bukan hanya sekedar lembaga yang mencetak para intelektual muda namun lebih dari itu sekolah harus menjadi rumah kedua yang memberikan pelayanan dan pengalaman tentang hidup, mulai dari berorganisasi, bermasyarakat (bersosialisasi), pendidikan lingkungan hidup (PLH) atau bahkan pengalaman hidup yang sesungguhnya.
2.      Sekolah sebagai institusi tempat peserta didik belajar dibawah bimbingan pendidik. Bimbingan lebih dari sekedar pengajaran. Dalam bimbingan peran pendidik berubah dari seorang pendidik menjadi seorang orangtua bahkan menjadi seorang kakak.
3.      Sekolah sebagai lembaga dengan pelayanan yang adil/merata bagi stakeholdernya. Hal tersebut bisa berupa pemerataan kesempatan mendapatkan transfer of knowledge, maupun transfer of experience, dengan tanpa membedakan baik dari segi kemampuan ekonomi, kemampuan intelegensia, dan juga kemampuan fisik (gagasan sekolah inklusi).
4.      Sekolah sebagai lembaga pengembangan bakat dan minat siswa. Prinsip ini sejalan dengan teori multiple intelligence (Howard Gardner) yang memandang bahwa kecerdasan intelektual bukanlah satu-satunya yang perlu diperhatikan oleh lembaga pendidikan, terutama sekolah. Kemampuan bersosialisasi, kemampuan kinestik, kemampuan seni dan kemampuan-kemampuan lainnya juga perlu diperhatikan secara seimbang.
5.      Sekolah sebagai lembaga pembinaan potensi di luar intelegensi. Peningkatan kemampuan intelektual, emosional maupun kemampuan-kemampuan lainnya mendapat perhatian yang seimbang.
6.      Sekolah harus memberikan perhatian serius untuk mengembangkan kemampuan emosional dan sosial, kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi, kemampuan bekerjasama dalam kelompok, dan lain-lain.
7.      Sekolah sebagai wahana pengembangan sikap dan watak. Sikap sederhana, jujur, terbuka, penuh toleransi, rela berkomunikasi dan berinteraksi, ramah tamah dan bersahabat, cinta negara, cinta lingkungan, siap bantu membantu khususnya kepada yang kurang beruntung merupakan sikap dan watak yang perlu dibentuk di dalam lingkungan sekolah.
8.     Sekolah sebagai wahana pendewasaan diri. Di dalam dunia yang berubah begitu cepat, salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki tiap peserta didik adalah kompetensi dasar: belajar secara mandiri. Dengan proses pendewasaan yang diberikan di sekolah, pendidik tidak lagi perlu menjejali pemikiran peserta didik dengan perintah. Lebih dari itu peserta didik akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar ketika ia mencari dan mendapatkan apa yang ia butuhkan untuk hidupnya.
9.      Sekolah sebagai bagian dari masyarakat belajar (learning society). Sekolah bukan hanya sebagai tempat pembelajaran bagi peserta didik, namun juga seharusnya sekolah mampu menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat di lingkungan sekitar.

F.     PENGGUNAAN SEKOLAH
Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan yang diperuntukan sebagai tempat proses kegiatan belajar mengajar, tidak diperbolehkan dijadikan sebagai tempat :
1.       . Ajang promosi /penjualan produk-produk perniagaan yang tidak berhubungan dengan pendidikan.
2.      Sekolah merupakan lingkungan bebas rokok bagi semua pihak.
3.      Penyebaran aliran sesat atau penyebarluasan aliran agama tertentu yang bertentangan dengan undang-undang.
4.      Propaganda politik/kampanye.
5.      Shooting film dan atau sinetron tanpa seijin Pemerintah Daerah.
6.      . Kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan kerusakan, perpecahan, dan perselisihan, sehingga menjadikan suasana sekolah tidak kondusif.

G.    PENATAAN WIYATA MANDALA DALAM UPAYA KETAHANAN SEKOLAH
1.       Ketahanan sekolah lebih menitikberatkan pada upaya-upaya yang bersifat preventif.
2.      Untuk menjadikan sekolah sesuai dengan tujuan dan fungsinya, perlu dilakukan penataan Wiyata Mandala di sekolah melalui langkah-langkah :
a)     Meningkatkan koordinasi dan konsolidasai sesama warga sekolah untuk dapat mencegah sedini mungkin adanya kegiatan dan tindakan yang dapat mengganggu proses belajar mengajar.
b)      Melaksanakan tata tertib sekolah secara konsisten dan berkelanjutan.
c)      Melakukan koordinasi dengan Komite sekolah dan pihak keamanan setempat untuk terselenggaranya ketahanan sekolah.
d)     Mengadakan penyuluhan bagi orangtua dan siswa yang bermasalah
e)     Mengadakan penyuluhan dan pembinanan kesadaran hukum bagi siswa.
f)       Pembinaan dan pengembangan keimanan, ketaqwaan, etika bermoral Pancasila, kepribadian sopan santun dan berdisiplin.
g)     Pengembangan logika para siswa, rajin belajar, gairah menulis, gemar membaca/ informasi/penemuan para ahli.
h)    Mengikutsertakan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan diri.
i)       Mengadakan karya wisata dalam rangka pengembangan iptek.

H.    TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNGJAWAB KEPALA SEKOLAH DALAM HAL PELAKSANAAN WIYATA MANDALA
Kepala Sekolah sebagai pimpinan utama, bertugas dan bertanggung jawab memimpin penyelenggaraan belajar mengajar serta membina pendidik dan tenaga kependidikan serta membina hubungan kerja sama dan peran serta masyarakat. Kepala Sekolah dalam melaksanakan penataan Wiyata Mandala di sekolah, dengan melakukan kegiatan-kegiatan :
1.        Melaksanakan program-program yang telah disusun bersama Komite Sekolah.
2.       Menyelenggarakan musyawarah sekolah yang melibatkan pendidik, OSIS, Komite Sekolah, tokoh masyarakat serta pihak keamanan setempat.
3.      Menertibkan lingkungan sekolah baik yang berbentuk perangkat keras (sarana prasarana) dan perangkat lunak (peraturan-peraturan, tata tertib, tata upacara dan lain lain).
4.      Mengadakan pertemuan baik rutin maupun insidentil yang bersifat intern sekolah (kepala sekolah, pendidik, orangtua siswa, siswa).
5.      Menyelenggarakan kegiatan yang dapat menunjang ketahanan sekolah seperti PKS, Pramuka, PMR, Paskibraka, kesenian dan sebagainya.

I.       MEKANISME DALAM PELAKSANAAN WIYATA MANDALA
Dalam rangka pelaksanaan Wiyata Mandala perlu upaya penang-gulangan secara dini setiap permasalahan yang timbul sehingga dapat menghilangkan dampak negatifnya, yaitu dilaksanakan secara terpadu, bertahap dan berlanjut sebagai berikut :
1.       Tahap Preventif Upaya untuk meniadakan peluang-peluang yang dapat memungkinkan terjadinya kasus-kasus negatif di sekolah, melalui antara lain :
a)     Memelihara sekolah, dan lingkungan sekolah serta menciptakan kebersihan dan ketertiban agar siswa merasa nyaman dan menyenangkan dan tidak ada tempat tertentu yang dijadikan siswa untuk hal-hal negatif.
b)     Menciptakan suasana yang harmonis antara pihak pendidik/staf dan siswa serta penduduk di sekitar sekolah.
c)      Membentuk jaring-jaring pengawasan/kontrol dan razia terhadap kegiatan siswa di lingkungan sekolah.
d)     Menghilangkan bentuk-bentuk perpeloncoan pada saat MOS.
e)      Meminimalisir keterlibatan kelompok maupun perorangan dalam kegiatan sekolah.
f)       Mengisi jam-jam kosong dengan pelajaran atau kegiatan ekstra lainnya.
g)     Meningkatkan kegiatan ekstra kurikuler pada masa awal/akhir semester dan masa liburan sekolah.
h)    Peningkatan keamanan dan ketertiban khususnya pada saat berangkat/ usai sekolah.
2.      Tahap Represif Upaya untuk menindak siswa yang telah melanggar peraturan-peraturan dan tata tertib sekolah. Upaya Represif seperti :
a)     Mendamaikan para pihak yang terlibat perselisihan berikut orangtua/pendidik pembinanya.
b)     Membatasi areal tempat terjadinya aksi.
c)      Menetralisir isu-isu yang berkembang dan mencegah timbulnya isu-isu baru.
d)     Berkoordinasi dengan pihak keamanan apabila terdapat pihak luar sekolah yang melanggar keamanan, ketertiban dan perbuatan kriminalitas di lingkungan sekolah.
e)      Mengungkap lebih lanjut keterlibatan pihak luar sekolah atas kasus yang timbul dan menyelesaikan secara hukum.
f)       Mengikutsertakan para ahli untuk mengadakan bimbingan dan penyuluhan.
g)     Memberikan sanksi sesuai tata tertib yang berlaku.



Minggu, 14 Juni 2020

Hoya mitrata Koleksi Jupriyanto Taheta

Hoya mitrata Koleksi Jupriyanto Taheta di Pondok Anggrek Prisa Kuala Kapuas Kalimantan Tengah









Senin, 01 Juni 2020

Jupriyanto Taheta Pembudi Daya Tanaman Anggrek di Kuala Kapuas Kalimantan Tengah

Pembudi Daya Tanaman Anggrek di Kuala Kapuas
Bapak Jupriyanto adalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang bertugas sebagai Guru di SMPN 2 Selat Kuala Kapuas.  Mulai mengajar sejak tahun 1990, Bidang Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Bapak yang berasal dari Yogyakarta ini sudah cukup lama tinggal di Kalimantan Tengah, bahkan istrinya adalah seorang wanita Dayak Kalimantan Tengah yaitu daerah Pilang Pulang Pisau yang kesehariannya juga sebagai PNS sama-sama guru SMP. Bapak yang lebih terkenal dengan Jupriyanto Taheta di media sosial ini memiliki 1 putri, dan 2 putra.
Selain tugas pokok sebagai ASN beliau ini juga menekuni suatu hobi yang sangat mantap yaitu suka memelihara tanaman anggrek. Dari depan rumah, samping, belakang, dipenuhi berbagai tanaman angrek, dari yang species maupun yang hybrid, baik yang lokalan maupun dari luar pulau Kalimantan. Banyak jenis yang dipelihara beliau dari dendrobium, anggrek bulan (phalaenopsis), anggrek cathelya, bulbhophillum, platyserium, berbagai jenis coelogyne, hoya, huperzia, grammatophyllum, paphiopedilum, cymbidium, bahkan beliau juga memelihar ikan patin, lele, gurami, di bawah rumahnya, sebagai pendukung bertanam anggrek karena airnya sangat bagus untuk menyiram katanya. Begitu cintanya hobi anggrek yang dia kerjakan di luar jam dinas ini sampai dia memberi nama pondoknya yaitu Pondok Anggrek Prisa, yang terletak di Jalan Manunggal I Kuala Kapuas.
Jadi selain membudidayakan anggrek, sekaligus bisa berjual anggrek jika ada yang berminat, jadi fungsinya juga untuk menambah penghasilan keluarga. Kadang-kadang juga didatangi oleh siswa-siswi SMA untuk berwanwancara tentang bagaimana berbudi daya anggrek. Dan jika murid-murid SD yang datang maka bertujuan untuk lebih mengenal berbagai jenis tanaman Bidang Studi Ilmu Pengetahuan Alam.
Kepada teman-teman yang ingin lebih mengenal tentang budidaya anggrek bisa klik di google atau datang langsung ke rumah beliau.
#Pondok Anggrek Mini Prisa Kuala Kapuas Kalimantan Tengah
#FB: Jupriyanto Taheta
#Ig: Jupriyanto Taheta
#Blogspot: Jupriyanto Kuala Kapuas