Selamat datang di blog sederhana saya ini, dan saya mengucapkan Terima kasih.

Minggu, 27 Maret 2022

PANTUN SEKOLAH RAMAH ANAK KARYA ABRAHAM PRISA UTAMA KELAS 7 B SMPN 2 SELAT




 

Pantun Sekolah Ramah Anak

Oleh Abraham Prisa Utama 7 SMPN 2 Selat

Pada Pencanangan Sekolah Ramah Anak SMPN 2 Selat
Jumat, 25 Maret 2022

 

 

Pergi ke toko bunga membeli Larat.

Dalam perjalanan malah tersandung.

Kami siswa SMPN 2 Selat.

Berjanji untuk tidak merundung.

 

Siang hari aku makan salat.

Setelah itu rumahku kupel.

Mari, warga SMPN 2 Selat.

Terapkan sikap SUPPEL.

 

Pagi-pagi ke toko membeli tinta.

Penjaga tokonya orang Pontianak.

Yok, kita jadikan sekolah kita.

Menjadi Sekolah Ramah Anak.

 

Pergi ke Jawa ikut lomba silat.

Lombanya lomba berskala.

Kita siswa SMPN 2 Selat.

Terapkan Profile Pelajar Pancasila.

 

Pagi hari kumenyusun buku.

Kususun buka sesuai warnanya.

SMPN 2 Selat sekolahku.

Sekolah Ramah Anak tentunya.

 

Hari ini suaraku serak.

Hari ini aku belajar renang.

Kami Sekolah Ramah Anak.

Siswa tenang guru tenang.

 

Pagi hari kucari perak.

Tidak dapat dan menjadi lelah.

Sekolahku Sekolah Ramah Anak.

Semua siswa betah di sekolah.

 

Pergi ke timur kembali ke barat.

Kucoba masakanku rasanya enak.

Kami siswa SMPN 2 Selat.

Mewujudkan Sekolah Ramah Anak.

 

Kubeli buah berserat.

Kubeli juga sekarung beras.

SMPN 2 Selat.

Sekolah hebat dan cerdas.

 

Setiap hari aku sholat.

Setiap hari aku aman.

SMPN 2 Selat.

Wujudkan sekolah yang anak inginkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kamis, 17 Maret 2022

Phalaenopsis Bellina di Pondok Anggrek Prisa Kuala Kapuas

 Phalaenopsis Bellina Sp Kalimantan Barat di Pondok Anggrek Prisa Kuala Kapuas








Jumat, 01 Januari 2021

VIDEO TIPS BERTANAM PLATYCERIUM RIDLEYI di sekitar rumah kita


 

PUISI UNTUK GURU

Ekspresi ucapan terima kasih seorang siswi terhadap jasa-jasa guru pada saat hari guru tahun 2020


 

Minggu, 15 November 2020

PLATYCERIUM RIDLEYI di Pondok Anggrek Prisa Kuala Kapuas














 PLATYCERIUM RIDLEYI sp Borneo di Pondok Anggrek Prisa Kuala Kapuas






Minggu, 08 November 2020

Pergeseran Makna Kata

 

Pergeseran Makna Kata

Oleh Jupriyanto, S.Pd.

Guru Bahasa Indonesia Kelas IX SMPN 2 Selat



 

Bahasa adalah suatu alat komunikasi yang digunakan oleh sekelompok orang tertentu dan di tempat tertentu yang telah disepakati bersama. Bahasa sendiri bersifat fleksibel, artinya bahasa terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Perkembangan bahasa inilah yang akan menghasilkan kata-kata baru, dan pergeseran makna suatu kata.

Apa itu pergeseran makna ? Pergeseran makna adalah bergesernya atau berubahnya suatu makna kata menjadi lebih luas, menyempit, membaik atau pun memburuk.

Faktor Pergeseran Makna

Perubahan makna kata ini terjadi bukan karena faktor kesengajaan, tetapi pergeseran ini dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut ini :

  1. Kondisi sosial dan budaya
  2. Perkembangan teknologi
  3. Adanya asosiasi
  4. Adanya pengembangan istilah
  5. Adanya proses penyingkatan
  6. Adanya proses gramatikal

Jenis-Jenis Pergeseran Makna Kata

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ada beberap macam pergeseran makna seperti  meluas, menyempit, membaik, maupun memburuk. Di bawah ini adalah pembahasan detail mengenai jenis-jenis pergeseran makna kata dalam bahasa Indonesia.

1.  Meluas (Generalisasi)

Pergeseran makna di mana makna suatu kata menjadi lebih luas dari pada makna sebelumnya.

Contoh :

Kapten Andika Susanto memimpin pelayaran mengarungi Samudera Indonesia selama 3 bulan.

Makna kata pelayaran dahulu adalah mengarungi lautan dengan kapal kayu dan layar, tetapi kini bisa juga digunakan dalam pelayaran menggunakan mesin canggih.

Ketika aku tersesat di pasar malam, aku bertanya kepada kakak penjaga komedi putar di mana pintu keluar.

Kata kakak dahulu dimaknai sebagai saudara kandung laki-laki, kini bisa dimaknai sebagai orang lain yang umurnya di atas umur kita.

Budi sedang menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Ceria jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Dulu kata jurusan dipakai pada kalimat yang menunjukan arah atau tujuan dalam konteks transportasi, tetapi kini bisa juga dimaknai sebagai konsentrasi ilmu pada konteks pendidikan. Beberapa contoh kata yang mengalami generalisasi lainnya. Bapak, Ibu, Ikan, Petani, Papan, Saudara, Baju, Celana, dan lain lain.

2.  Menyempit (Spesialisasi)

Kata-kata yang mengalami spesialisasi maknanya menjadi lebih sempit dari pada makna awalnya.

Contoh :

Adik menyukai semua bentuk karya-karya sastra Inggris dan Jepang.

Kata sastra dahulu bermakna semua bentuk karya tulis, tetapi kini makna sastra menyempit menjadi bentuk-bentuk karya tulis yang memiliki nilai estetika, seperti puisi, pantun, dan lain-lain.

Aku diantar ke sekolah oleh ayah dengan menggunakan motor.

Kata motor kini terbatas hanya pada kendaraan beroda dua yang memiliki mesin saja, padahal dahulu semua alat yang digerakkan oleh mesin disebut dengan motor.

Aku mencium bau yang tidak sedap ketika berada di dalam kelas.

Kata bau sebenarnya dimaknai sebagai semua aroma yang bisa diterima oleh indera penciuman seperti harum, busuk, dan lain lain. Namun, kini hanya dimaknai sebagai aroma yang tidak sedap.

Contoh kata-kata lain yang mengalami penyempitan makna:

Sarjana, Pendeta, Kitab, Madrasah, Penulis, Gadis, dan lain-lain.

3.  Membaik (Ameliorasi)

Kata-kata yang mengalami ameliorasi maknanya berubah menjadi lebih halus daripada makna kata sebelumnya.

Contoh :

Huruf Braille digunakan sebagai alat bantu membaca oleh para penyandang tunanetra.

Kata buta mengalami ameliorasi menjadi tunanetra, sehingga terdengar lebih sopan.

Para pejabat mengadakan kunjungan luar negeri ditemani oleh anak istri mereka.

Kata istri mengalami ameliorasi dari kata bini yang bermakna pasangan suami.

Restoran itu adalah tempat favoritku karena selain makanannya enak, pramusajinya juga ramah.

Kata pelayan rumah makan menjadi lebih baik dengan menggunakan kata pramusaji.

Contoh kata-kata yang mengalami ameliorasi:

Tunaaksara, Tunarungu, Tunawisma, Tunagrahita, PHK, Penjara, Meja Hijau, dan lain-lain.

4.  Memburuk (Peyorasi)

Kata-kata yang mengalami peyorasi mengalami pergeseran kata yang pada awalnya terdengar baik menjadi kasar atau tidak baik.

Contoh :

Danang tidak lagi memiliki pekerjaan akibat didepak oleh bosnya.

Kata dikeluarkan berubah menjadi didepak, sehingga kata ini terdengar lebih buruk.

Bapak tua itu bekas pejuang dalam memperebutkan kemerdekaan Indonesia.

Kata mantan mengalami peyorasi menjadi kata bekas.

Ketika aku sampai di rumah bibi sedang menyetrika bajuku.

Kata bibi dahulu dimaknai sebagai istri paman, kini mengalami peyorasi menjadi pembantu.

Contoh kata-kata yang mengalami peyorasi.

Kabur,Bini, dan lain-lain.

5.  Sinestesia

Sinestesia adalah pergeseran makna kata dimana terjadi perubahan indera penangkap pada makna suatu kata.

Contoh :

Sebagai seorang penyanyi, Syahrini memiliki suara yang enak di dengar.

Kata suara seharusnya diikuti dengan kata merdu yang semestinya diterima oleh indera pendengaran, tetapi mengalami sinestesia menjadi enak yang diterima oleh indera pengecap.

Juri itu ditakuti oleh semua peserta lomba karena dikenal dengan komentar-komentar pedasnya.

sama halnya dengan penjelasan di atas, kata pedas mengalami sinestesia.

Senyuman gadis berambut merah itu sangat manis.

Kata manis di atas mengalami sinestasia, seharusnya kata yang digunakan cantik atau indah.

6.  Asosiasi

Kata yang mengalami asosiasi berubah karena memiliki persamaan sifat atau makna dengan kata lainnya.

Contoh :

Para calon anggota dewan berebut kursi di Senayan.

Kata kursi bukanlah alat untuk duduk, tetapi posisi. Hal ini terjadi karena kata posisi mengalami asosiatif.

Pada masa yang sedang genting ini banyak sekali kabar burung yang beredar.

Kabar burung pada kalimat mengalami asosiatif dari kata isu atau gosip.

Jangan pernah memberi suap ke pada para pejabat.

Kata suap pada kalimat di atas bukan berarti memberikan makanan kepada para pejabat, tetapi akibat mengalami asosiatif dari kata menyogok.

 

Minggu, 11 Oktober 2020

Blogger SMPN 2 Selat

 Blogger SMPN 2 Selat.

Siaaap Mendunia! Pengenalan dan pendampinga untuk pembuatan dan penulisan blog bagi siswa sudah di laksanakan.
Senang sekali beberapa siswa sudah memilik blog pribadi dan sudah aktif menulis.